Selasa, 24 Maret 2009


Artikel di ambil dari http//www.prospekdinar.blogspot.com


Pada dasarnya sulit sekali untuk memalsukan koin emas. Banyak kendala yang dihadapi oleh pemalsu untuk merealisasikan niat jahat mereka. Beberapa kendala yang dapat disebutkan adalah antara lain kendala desain cetak, dimensi/ukuran koin emas, berat koin dan nilai jual saat dilepas ke pasar. Karena adanya kendala-kendala tersebut diatas maka pemalsu koin emas hanya mampu memalsukan koin emas yang sudah langka saja dimana baik desain, ukuran maupun beratnya sudah tidak lagi diketahui standarnya oleh masyarakat umum.Koin dinar emas produksi PT Antam Tbk adalah produk yang sudah terstandar dalam desain, ukuran dan beratnya. Namun bagi pemiik dinar emas yang ingin lebih dekat mengenal koin miliknya, berikut beberapa cara sederhana yang dapat digunakan :

1. Orang-orang jaman dahulu menggigit koin emas untuk mengecek keasliannya, karena seperti diketahui emas adalah logam mulia yang bersifat lunak. Cara ini sangat tidak dianjurkan karena selain tidak akurat dan akan merusak desain koin juga akan merusak kesehatan gigi apalagi bila sampai dikunyah :-).
2. Perhatikan desain koin dinar emas. Bila perlu gunakan kaca pembesar untuk melihat lebih detail. Pada bagian depan koin yaitu bagian yang ada tulisan dalam huruf latin “Logam Mulia Indonesia”, terdapat tulisan setengah lingkaran dalam bentuk tulisan “arab gundul” dan dibaca “Logam Mulia Indonesia”. Di samping menara sebelah kiri adalah tulisan “4,25 g” yaitu berat koin dinar emas sedangkan di samping menara sebelah kanan adalah tulisan “ Au 917” dimana Au (Aurum) adalah simbol kimia untuk logam mulia emas sedangkan 917 (22 karat) adalah kadar emas yang terdapat dalam koin.Simbol kimia untuk logam mulia perak adalah Ag (Argentum). Pada koin dinar emas PT Antam, perak menjadi campuran bahan dasar koin sebanyak 8,3 % sehingga koin dinar lebih berwarna cerah. Sebagai informasi tambahan, XAU adalah simbol harga untuk emas, XAG adalah simbol harga untuk perak sebagaimana IDR adalah simbol harga untuk Rupiah Indonesia dan USD adalah simbol harga untuk Dollar Amerika.Selanjutnya, disain bagian belakang koin terdapat tulisan dua kalimat syahadat dalam bentuk melingkari koin dengan corak kaligrafi “Diwani”. Diwani adalah salah satu dari 8 gaya penulisan kaligrafi populer dimana tujuh lainnya adalah Kufi, Tsuluts, Nashki, Riq'ah, Ijazah (Raihani), Diwani Jali dan Farisi.Bagi pembaca non-muslim, dua kalimat syahadat adalah dua kalimat yang harus diucapkan, dipahami dan dilaksanakan oleh setiap orang yang beragama Islam . Arti dari dua kalimat tersebut adalah “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.”
3. Seperti telah disebutkan diatas, koin dinar emas terbuat dari campuran antara emas dengan perak dengan komposisi kadar emas sebesar 91,7 % dan perak sebesar 8,3%.Emas memiliki tingkat kepadatan (density) yang tinggi yaitu untuk satu meter kubik emas akan memiliki berat 19.300 kg (19,3 ton) bandingkan dengan satu meter kubik besi hanya akan mempunyai berat 7.874 kg. Untuk satu meter kubik perak akan memiliki berat 10.490 kg.Dengan tingkat kepadatan emas dan perak yang demikian tinggi maka campuran antara emas sebanyak 91,7% dengan perak sebanyak 8,3% akan selalu menghasilkan berat 4,25 gr. Saya menggunakan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0.01 gr untuk menimbang semua koin dinar emas yang saya beli maupun yang saya jual.

4. Koin dinar emas produksi PT Antam Tbk memiliki diameter lingkaran sebesar 23 mm. Dengan menggunakan jangka sorong (sigmat / vernier caliper) semua koin dinar emas yang saya beli memiliki ukuran diameter lingkaran 23 mm dan ketebalan 1 mm.

5. Sebuah koin berbentuk lingkaran dengan kombinasi ukuran diameter lingkaran 23 mm, tingkat ketebalan 1mm dan memiliki berat 4,25 gr hanya dapat dihasilkan jika logam yang menjadi bahan dasarnya adalah terdiri dari emas 91,7% dan perak 8,3%.Kombinasi tiga variabel tersebut merupakan kombinasi yang tidak dapat dipisahkan dalam membuat koin dinar emas. Bila terbuat dari jenis logam yang lain, besi misalnya, dengan bentuk lingkaran berdiameter 23 mm dan berat 4,25 gr akan memiliki ketebalan lebih dari 1 mm. Bila dibuat dalam bentuk lingkaran berdiameter 23 mm dan tingkat ketebalan 1 mm maka beratnya tidak akan mencapai 4,25 gr. Demikian juga bila dibuat dengan tingkat ketebalan 1 mm dan berat 4,25 gr maka diameternya pasti akan lebih dari 23 mm.

6. Ada logam lain yang memiliki tingkat kepadatan mendekati tingkat kepadatan emas yaitu platinum. Tingkat kepadatan platinum adalah untuk setiap 1 meter kubik platinum memiliki berat 21.450 kg ( emas = 19.300 kg ). Namun karena harga platinum jauh diatas harga emas, maka memalsukan koin dinar emas dengan bahan dasar platinum secara ekonomis tidak masuk akal. Mau dijual di pasar dengan harga berapa ?

7. Jadi, hanya dengan menggunakan kaca pembesar, jangka sorong dan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0,01 gr, siapapun dapat dengan mudah menetukan keaslian desain dan kebenaran kadar emas dari dinar emas produksi PT Antam Tbk.

Perlu diketahui bahwa pengetesan sederhana yang saya lakukan terhadap koin dinar emas yang saya jual maupun beli adalah pengetesan lapis ketiga. Pengetesan lapis pertama dilakukan oleh PT Antam Tbk sendiri sedangkan lapis kedua dilakukan oleh Gerai Dinar dengan menggunakan alat canggih yang dapat dengan cepat mengetahui kebenaran kadar emas tidak hanya dalam bentuk koin dinar tetapi juga dalam bentuk emas batangan dan emas perhiasan.

Minggu, 22 Februari 2009

Kapan Waktu Yang Paling Baik Menukar Dinar…?


Written by Muhaimin Iqbal
Saturday, 21 February 2009 17:09

Akhir pekan ini harga Dinar dalam Rupiah mencapai rekor tertingginya; Sampai pada saat perdagangan emas dan mata uang dunia ditutup dini hari tadi – Dinar dalam Rupiah di GeraiDinar.Com menunjukkan angka Rp 1,636,240.
Pada saat harga mencapai puncak tertinggi semacam ini, siapapun yang telah menukar uangnya dengan Dinar sebelum ini – insyaAllah tidak ada yang merasa rugi. Kalau tidak merasa untung karena uangnya dalam Rupiah naik secara significant, setidaknya dia bisa mensyukuri bahwa asset-nya telah terselamatkan dari kejatuhan nilai.
Bagaimana dengan yang belum sempat menukarnya selama ini – sekarang keburu harga sudah selangit ?. Kapan bisa menukar ke Dinar lagi pada harga yang relatif rendah ?. Ini pertanyaan yang sangat banyak sampai ke saya; bahkan diantara mereka sudah siap menukar ketika harga dikisaran Rp 1.3 – Rp1.4 juta-an – namun masih menunggu turun – eh malah naik terus.
Mohon maaf bagi penanya yang tidak sempat saya jawab dengan jelas satu persatu, namun secara umum ini jawaban saya :
1) Apabila dinar difungsikan sebagi dua dari tiga fungsi uang yaitu sebagai store of value (proteksi nilai) dan unit of account (timbangan muamalah yang adil), maka tidak pernah salah menukar uang Anda ke Dinar kapanpun – lihat trend 10 tahun terakhir seperti grafik diatas – insyaallah Anda tidak rugi.
2) Bila Dinar difungsikan sebagai salah satu fungsi uang yaitu sebagai alat tukar (medium of exchange) seperti di M-Dinar misalnya, lagi-lagi tidak pernah salah menukar ke Dinar kapanpun – karena pindah dari sesuatu yang kurang adil ke yang adil pasti benar dilakukan kapanpun.
3) Diluar dua hal tersebut diatas, khususnya apabila Anda melihat Dinar sebagai alat investasi – maka bisa saja Anda seolah merugi dalam jangka pendek; karena harga Dinar berpeluang turun dalam jangka pendek ini.
Meskipun saya yakin mulai banyak orang yang menukar uangnya ke Dinar untuk alasan pertama, kemudian juga mulai tumbuh untuk alasan kedua sejak lahirnya M-dinar, tidak dipungkiri banyak juga yang menukarnya untuk alasan ketiga.
Untuk yang ketiga ini, saran lebih lanjut saya yang praktis adalah sebagai berikut :
1) Dinar kurang cocok untuk alasan investasi jangka pendek – misalnya kurang dari 6 bulan - karena fluktuasi harganya sulit diprediksi, peluang untung dan ruginya kurang lebih berimbang.
2) Dinar sangat baik untuk perencanaan keuangan/investasi jangka panjang yang penggunaannya beberapa tahun kedepan. Misalnya untuk rencana naik haji, biaya sekolah anak, dana pensiun, dana perbaikan rumah dst. Insyaallah saya akan buat tulisan tersebdiri untuk ini.
Untuk yang poin 2, agar Anda tidak merasa ‘rugi’ kalau Dinar yang Anda beli sementara turun harganya, maka ini saran lanjutan saya :
1) Tidak menukar uang Anda ke Dinar pada saat harga lagi naik tajam seperti yang terjadi sepanjang pekan ini; tunggu dalam dua – tiga minggu ketika harga relatif stabil. Bahkan untuk kasus fluktuasi yang sangat tajam saat ini – saran saya Anda amati sampai sebulan kedepan – sampai Anda comfortable betul dengan harganya.
2) Bila Anda untuk pertama kali membelinya dalam beberapa pekan kedepan, saran saya jangan membelinya sekaligus. Buat pembelian Anda bertahap, masing-masing pada saat Anda merasa sangat comfortable dengan harganya. Misalnya Anda mau memindahkan cadangan pergi haji sekeluarga 50 Dinar untuk 5 tahun yang akan datang, maka Anda dapat membelinya di rentang waktu akhir Maret sampai September ini.
3) Jangan tergoda untuk mengambil keuntungan sesaat (profit-taking), karena emas atau Dinar bukan saham. Ketika Anda kira harga sudah tinggi kemudian tabungan Dinar Anda Anda lepas, sangat bisa jadi Anda akan menyesal – karena bisa jadi harga terus melambung tinggi sehingga Anda tidak bisa memperoleh kembali jumlah Dinar yang Anda lepas tersebut dengan uang fiat Anda.
Terkait dengan poin ketiga , lantas kapan waktu terbaik untuk menukarkan Dinar Anda kembali ke Rupiah atau mata uang fiat lainnya ?.
1) Idealnya Dinar tidak ditukar kembali ke mata uang fiat, karena uang yang adil kok kembali ditukar ke uang yang tidak adil. Kalau sudah memungkinkan Dinar langsung digunakan ujtuk membayar barang dan jasa yang sudah bisa dibayar dengan Dinar.
2) Namun kita sadari bahwa kita belum hidup di masa kekhalifahan yang ideal yang alat tukarnya Dinar, sangat bisa jadi Anda memerlukan uang fiat untuk berbagai keperluan. Oleh karenanya, menukar Dinar ke uang fiat yang terbaik adalah pada saat keperluan tersebut timbul. Misalnya Dinar Anda direncanakan untuk pergi haji, maka saat terbaik Anda menukar adalah pada saat Anda akan bayar ONH. Jadi bukan harga penentunya – tetapi kapan kebutuhan uang fiat tersebut timbul.
Sebagai hamba yang lemah dan penuh kekurangan, bisa saja saran saya tersebut keliru – saya memohon Ampun kepadaNya atas kekurangan ini. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Tahu …semoga kita selalu dalam bimbinganNya. Amin.

Kamis, 15 Januari 2009

Uang Pecahan Triliunan Diluncurkan

Nurul Qomariyah - detikFinance


Uang di Zimbabwe (Foto: Reuters)

Harare - Uang triliunan mungkin tidak akan pernah kita pegang. Tapi di Zimbabwe, orang bakal terbiasa memegang uang dalam denominasi triliunan. Kaya banget?Bukan. Bank Sentral Zimbabwe terpaksa mengeluarkan uang dengan denominasi triliun karena hiperinflasi yang sedang melanda negara miskin itu. Zimbabwe baru-baru ini bahkan merilis mata uang dengan denominasi 100 triliun dolar, yang sebenarnya hanya setara dengan US$ 300 atau sekitar Rp 3,3 juta. Bank Sentral Zimbabwe juga memperkenalkan tiga mata uang dengan denominasi 10,20 dan 50 triliun dolar. "Dalam rangka menjamin masyarakat bisa mengakses seluruh uangnya di bank, maka Bank Sentral Zimbabwe memperkenalkan mata uang baru yang akan beredar secara bertahap, dimulai dengan 10 triliun dolar," ujar bank sentral Zimbabwe dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/1/2009).Seiring terjadinya hiperinflasi, nilai tukar mata uang Zimbabwe memang turun sangat sangat tajam. Mata uang yang dikeluarkan sebelumnya dalam denominasi jutaan dan miliaran ternyata tak cukup untuk mengatasi hiperinflasi yang melanda negara miskin itu.Keluarnya mata uang dalam denominasi triliunan dolar itu terjadi hanya sepekan setelah Bank Sentral Zimbabwe mengeluarkan mata uang dalam denominasi miliaran yakni 10,20 dan 50 miliar dolar. Sayangnya, mata uang berdenominasi miliar itu lagi-lagi tak cukup untuk bisa menahan hiperinflasi.Data pemerintah Zimbabwe sebelumnya menyatakan bahwa tingkat inflasi pada Juli mencapai 231 juta persen. Namun sebagian ekonom meyakini angkanya lebih tinggi lagi. Dengan mata uang yang bergerak gila-gilaan, maka tak heran mulai dari penjual sayuran hingga provider seluler mematok harga dengan mata uang asing. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerugian.Bank Sentral Zimbabwe juga telah mengeluarkan izin untuk 1.000 toko menjual barang-barang dalam mata uang asing, dengan tujuan menghindari pebisnis kekurangan mata uang asing yang dibutuhkannya untuk mengimpor barang-barang. Bagi penjual yang tetap bertransaksi dalam mata uang asing sementara belum mendapatkan izin, akan ditangkap.Dengan kondisi tersebut, tak heran 80% masyarakat Zimbabwe hidup dalam kemiskinan. Bahkan dokter, suster atau pekerja rumah sakit pun terkadang tak punya uang untuk membeli obat-obatan. Air bersih susah, sementara listrik pun byar pet.(qom/ir) --> Artikel diambil dari www.detik.com

Kamis, 01 Januari 2009

Catatan Akhir Tahun 2008 dan Pengantar 2009 : Insyaallah Dinar Tetap Unggul…




Written by Muhaimin Iqbal
Thursday, 01 January 2009 08:23

Tahun 2008 adalah tahun haru biru pasar finansial global yang tentu juga berdampak serius pada pasar Indonesia. Kemarin saya baca di Kompas (31/12) pesan Ibu Menteri Keuangan RI agar tidak menyesali apa yang terjadi di pasar modal di Indonesia sepanjang 2008.

Pesan tersebut penting karena Ibu Menteri tentu ingin menyemangati pasar modal yang mengalami keterpurukan luar biasa. Berdasarkan data harian tersebut IHSG akhir 2008 telah anjlog 51.4% dibandingkan dengan IHSG tahun sebelumnya.

Sementara itu data inflasi (year on year) yang saya akses melalui situs B.I. pagi ini masih menunjukkan posisi inflasi per November 2008 sebesar 11.68% dari yang semula ditargetkan hanya 5%.

Di sisi lain Dinar 2008 di GeraiDinar.Com ditutup pada harga Rp 1,345,680/Dinar atau mengalami kenaikan sekitar 23% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun lalu yang berada pada angka Rp 1,090,100/Dinar.

Apa makna ini semua bagi investasi dan proteksi nilai atas kekayaan Anda ?.

Jelas bahwa Dinar emas kembali mengukuhkan keunggulannya ditengah krisis finansial global yang saat ini masih berlangsung, dan belum jelas akan sampai kemana krisis ini membawa kita.

Kita bisa bandingkan dengan mudah melalui contoh berikut : seandainya kita punya uang Rp 3.3 juta untuk investasi akhir tahun lalu; lalu kita bagi tiga uang tersebut masing masing Rp 1,100,000 dan diinvestasikan di saham, deposito dan Dinar, mka menjadi berapa uang kita sekarang ?.

Yang di saham, uang kita akan tinggal Rp 534,600. Yang di deposito menjadi Rp 1,177,000 (asumsi bagi hasil bersih 7%) dan yang dibelikan Dinar menjadi Rp 1,345,680.

Contoh diatas menujukkan bahwa investasi kita di saham paling tinggi risikonya, sedangkan di deposito cukup aman tetapi hasilnya jelas tidak dapat mengimbangi inflasi. Dinar selain aman juga jelas dapat mengungguli inflasi.

Apakah naiknya harga Dinar dalam Rupiah hanya karena faktor penurunan nilai Rupiah ?. Sebagiannya memang demikian, dan inilah fungsi proteksi nilai itu. Dikala daya beli Rupiah menurun, Dinar atau emas otomatis menyesuaikan nilainya terhadap Rupiah sehingga Dinar tidak pernah kehilangan daya belinya.

Tetapi tidak juga hanya terhadap Rupiah; bahkan terhadap US$ yang mengalami penguatan terhadap mata uang kertas lainnya secara luar biasa sepanjang tahun 2008 –pun Dinar tetap lebih unggul. Pada akhir tahun 2007 nilai tukar Dinar terhadap US$ adalah US$ 117/Dinar, akhir 2008 nilai tukar tersebut menjadi US$ 122/Dinar atau masih mengalami kenaikan sebesar 4%.

Dari data harga emas dunia sepanjang tahun 2008, dan nilai tukar US$ terhadap mata uang lain (dalam hal ini Rupiah) seperti yang saya sajikan di grafik disamping kita bisa baca polanya yang cukup jelas. Harga emas bergerak berlawanan dengan nilai tukar US$. Pada saat nilai tukar US$ naik, harga emas turun dan sebaliknya.

Koefisien korelasi keduanya berada pada angka sekitar minus 0.65; artinya jauh lebih sering gerak berlawanan arah ini terjadi dibandingkan dengan gerak yang searah.

Pemahaman atas pola ini akan dapat membantu kita memperkirakan apa yang akan terjadi di tahun 2009.

Pada tulisan saya pekan lalu tentang permainan uang kertas, saya sudah sajikan grafik supply uang M1, M2 dan M3 untuk US$. M1 yang naik drastis untuk sementara belum berdampak pada inflasi yang serius karena M3-nya masih menurun.

M3 menurun karena pinjaman antar bank dan sejenisnya macet yang berdampak pada macetnya industri dan gelombang pemutusan hubungan kerja. System keuangan ribawi mengandalkan proses money creation ini untuk mambangun likuiditas.

Singkatnya untuk mendorong ekonomi berputar, M3 akan segera dipompa naik kembali – yang akan berdampak pada penurunan nilai tukar US$ terhadap mata uang lain. Berdasarkan grafik diatas, kalau US$ turun – emas naik, maka inilah yang insyaallah akan terjadi di tahun 2009 ini.

Ada banyak analis yang tidak sepaham dengan analisa saya ini tentu, dan ini wajar saja – namanya juga analisa hasilnya tidak harus sama.

Namun yang ingin saya komentari adalah pendapat analis yang menyatakan bahwa, tahun 2009 ini ketika ekonomi mulai pulih dan bursa saham kembali bergairah – maka dana investasi akan kembali mengalir menuju bursa saham dan mengurangi dana yang diinvestasikan ke emas – dampaknya harga emas akan turun.

Meskipun analisa tersebut mungkin juga benar, tetapi pendapat saya sendiri tetap sebaliknya. Mengapa ?.

Perusahaan-perusahaan yang tahun 2008 terpukul krisis, baru akan menyampaikan laporan tahunannya ke publik pada kwartal 1 tahun 2009. Karena selama krisis dapat diduga laporan keuangan perusahaan-perusahaan ini akan lebih banyak buruknya dari pada baiknya, maka setelah para investor melihat laporan-laporan keuangan tersebut daya tarik untuk investasi di bursa saham akan menurun – bukan menaik.

Kalau kinerja perusahaan-perusaahaan publik ini tidak segera membaik di tahun 2009 ini ( dan kemungkinan membaik ini juga kecil karena krisis finansial belum akan segera sembuh), maka dengan apa bursa saham akan menarik investor balik ke saham ? Saya tidak melihat jawaban yang mudah untuk ini.

Selama ini memang banyak faktor lain – di luar faktor fundamental kinerja perusahaan - yang dapat mendorong investor berburu saham. Namun setelah apa yang terjadi di tahun 2008 lalu dimana IHSG anjlog 51.4% dan kurang lebih demikian pula index-index bursa saham dunia, maka para investor akan lebih cerdas kedepan.

Selamat tahun baru 2009, dan selamat menjadi investor yang cerdas…

Selasa, 30 Desember 2008

Saatnya Kita Berbuat Untuk Saudara Kita di Jalur Gaza...




Written by Muhaimin Iqbal
Monday, 29 December 2008 18:05

Pilu rasanya hati kita hari-hari ini menyaksikan kebiadaban Israel di jalur Gaza yang sudah membunuh lebih dari 300 orang saudara-saudara kita.
Sejak hari pertama serangan, kami sudah dikirimi email kawan-kawan yang saat ini di Damaskus.

Berikut saya teruskan email tersebut agar kita semua bisa bersatu padu membantu saudara kita yang lagi teraniaya oleh kedhaliman zionis Israel yang tidak berpreikemanusiaan ini.

BismilllaahirRahmaanirRahiim

Assalaamu'alaykum, sahabats sekalian

Anda sekalian tentu sudah melihat kebiadaban Israel hari ini. Seratus lima puluh lima (jumlahnya bertambah terus) saudara kita di Gaza --yang selama 1,5 tahun ini dipaksa lapar dan sakit tanpa obat oleh blokade Israel-- pagi tadi dibantai dengan 30 rudal Israel.
Tubuh-tubuh kami di Damaskus yang jaraknya hanya 60km dari Palestina, bergetar keras, bukan karena musim dingin yang sedang mendaki ke puncaknya, tetapi karena amarah atas kebiadaban Zionis Israel.
Di Aljazeera, di Almanar, di AFP dan Reuters, kami menyaksikan puluhan saudara-saudara kita menghadapi Sakaratul Maut sambil bersusahpayah mengangkat tangan ke atas sambil menggumamkan kalimat tauhid "Laa ilaaha illa ALLLAH!"
Masjid-masjid di seantero Damaskus basah oleh air mata para jama'ah, ketika para imam menutup rakaat terakhir solat Asar tadi dengan Qunut Nazilah yang menggetarkan. Para imam itu mengangkat tangan ke langit dan berdoa,

"Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
turunkan para Malaikatmu untuk membantu para Mujahidin di Gaza dan Seluruh Palestina,
sebagaimana telah kau turunkan ribuan Malaikat di Badar, di Khandaq dan di Tabuk.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
ringankanlah penderitaan saudara-saudara kami di Gaza,
kuatkanlah terus generasi baru dari antara anak-anak mereka,
menjadi generasi yang akan membawa kami pada kejayaan Islam lewat Jihad fii Sabiilillah.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
janganlah Kau biarkan kami termasuk orang-orang yang berpangku tangan melihat kezaliman atas saudara-saudara kami.
Daftarkan nama-nama kami dalam daftar panjang para Mujahidin Mukhlisin dan para Syuhada yang menjemput Syurga-Mu.
Jangan Kau biarkan dunia yang hina ini melingkupi kehidupan kami sampai lupa pada Negeri Akhirat-Mu.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
anugerahkan kepada kami kesabaran memegang teguh agama-Mu dan wafatkan kami dalam keadaan Muslim."

Angkat tangan kita, aminkan doa ini.
Catatkan nama kita, infaqkan sebagian harta kita di jalan suci ini.

Ustadz Ferry Nur di KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) siap membantu kita menyambungkan getaran amarah ini menjadi kekuatan yang dahsyat ke Gaza.
Hubungi beliau di 02191023223 atau HP.08128173107

wassalaam,
Muhammad 'Isa

Senin, 29 Desember 2008

Hijrah Dari Mengejar Dunia Menjadi Dikejar Dunia…

Written by Muhaimin Iqbal
Monday, 29 December 2008 07:23

Ada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi :

"Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup didalam hatinya serta mempersatukan (mempermudah –pentj.) urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan patuh dan hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada didepan matanya serta mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan baginya".

Hadits ini bisa menjadi inspirasi yang efektif dalam muhasabah diri kita pada akhir tahun 1429 H yang hampir bersamaan dengan akhir tahun 2008 ini.

Hanya diri kita yang tahu, pada saat ini kita termasuk golongan yang mana dari dua kelompok manusia yang disebut dalam hadits tersebut diatas. Apakah kelompok yang sudah menjadikan akhirat sebagai tujuan kita, atau masih berada dalam kelompok yang mengejar dunia.

Checklist sederhana berikut dapat menjadi peta untuk mengetahui dimana diri kita berada saat ini :

1. Apakah hati kita sudah merasa berkecukupan dengan segala yang ada, meskipun tidak berarti kita harus ‘kaya’ ?
2. Apakah segala urusan-urusan kita terasa mudah atau dimudahkanNya ?
3. Apakah ‘dunia’ mendatangi kita dengan patuh dan hina ?

Beruntunglah kita kalau dengan mantab kita bisa menjawab Ya untuk ketiga pertanyaan tersebut diatas, artinya bisa jadi kita sudah termasuk orang golongan pertama – yaitu yang menjadikan akhirat tujuannya.

Sebaliknya bila ada jawaban kita yang “Tidak”, maka sangat bisa jadi kita masih termasuk orang-orang di golongan kedua yaitu yang menjadikan dunia harapan kita. Kenyataan segala permasalahan umat ini yang nampaknya serba sulit mengindikasikan bahwa mayoritas kita masih dalam kelompok yang kedua ini.

Ironinya, ketika kita menjadikan ‘dunia’ sebagai harapan kita justru kefakiran yang ada di depan mata kita (meskipun bisa jadi kita ‘kaya’). Segala urusan menjadi rumit, hal-hal kecil menjadi masyalah besar, umat bercerai berai karenannya. Dunia yang kita kejar dengan susah payahpun, tidak kita dapatkan kecuali apa yang sudah ditentukanNya.

Dunia ternyata bukan untuk orang-orang yang mengejarnya; Dunia hanya menjadi ‘bonus’ bagi orang-orang yang menjadikan akhirat tujuan hidupnya.

Selain di hadits shahih tersebut di atas, rupanya Allah juga menjanjikan langsung hal ini yang antara lain dapat kita temukan di beberapa ayat berikut :

“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik”. (QS 17 : 18-19)

“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS 61 : 12-13)

Dalam sejarah Islam kita juga dapat belajar bahwa kejayaan umat ini terjadi pada saat pemimpin dan rakyat yang dipimpin sama-sama berorientasi akhrat. Saat itulah kekhalifahan Islam pernah terbentang dari sebagian Eropa, Afrika sampai bagian timur Nusantara.

Kini sebaliknya, setelah umat muslim dunia tercerai berai dengan negara-negara bangsa, umat-pun (di Indonesia misalnya) terpecah kembali ke kelompok-kelompok lebih kecil dengan apa yang menamakan dirinya partai-partai.

Bahkan musibah berikutnya terus terjadi karena di dalam partai-partaipun kini mereka tercerai berikan oleh demokrasi – suara terbanyak; temen-temen saya yang tadinya berjuang dalam satu partai di daerah pemilihan tertentu – kini mereka saling berebut dukungan dari para kader yang sama – karena yang akan menentukan siapa yang mendapatkan kursi pemilu yang akan datang adalah yang memperoleh suara terbanyak diantara mereka.

Tahun 1430 H yang bertepatan dengan tahun 2009 berpeluang menjadi tahun musibah; karena selain krisis finansial yang diduga masih akan memburuk; di Indonesia 2009/1430 H akan ada dua Pemilu Legislative dan Pemilu Eksekutif; musibah perpecahan umat umumnya terjadi dalam pemilu-pemilu tersebut.

Namun kalau kita bisa benar berhijrah saat ini, kita tidak perlu mengejar kursi dan kekayaan yang menyertainya– kursi/kekayaan apapun namanya – insyaallah musibah bisa dihindari. Sederhana, kita berpegang pada Ayat dan hadits tersebut diatas yang sudah seharusnya menjadi tuntunan kita.

Selamat tahun baru 1430 H/ 2009 untuk kita semua; semoga ditahun mendatang kita bisa bener-bener berhijrah dari ‘hanya mengharapkan dunia’ menjadi ‘hanya mengharapkan akhirat’ dari ‘kemiskinan’ menuju ‘segala kecukupan’; dari ‘kesulitan’ menuju ‘segala kemudahan’ , dari ‘umat yang tercerai berai’ menjadi ‘umat yang satu’ dan dari ‘mengejar dunia menjadi dikejar dunia’. Amin.

Hijrah Dari Mengejar Dunia Menjadi Dikejar Dunia…


Written by Muhaimin Iqbal
Monday, 29 December 2008 07:23


Ada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi :

"Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup didalam hatinya serta mempersatukan (mempermudah –pentj.) urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan patuh dan hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada didepan matanya serta mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan baginya".

Hadits ini bisa menjadi inspirasi yang efektif dalam muhasabah diri kita pada akhir tahun 1429 H yang hampir bersamaan dengan akhir tahun 2008 ini.

Hanya diri kita yang tahu, pada saat ini kita termasuk golongan yang mana dari dua kelompok manusia yang disebut dalam hadits tersebut diatas. Apakah kelompok yang sudah menjadikan akhirat sebagai tujuan kita, atau masih berada dalam kelompok yang mengejar dunia.

Checklist sederhana berikut dapat menjadi peta untuk mengetahui dimana diri kita berada saat ini :

1. Apakah hati kita sudah merasa berkecukupan dengan segala yang ada, meskipun tidak berarti kita harus ‘kaya’ ?
2. Apakah segala urusan-urusan kita terasa mudah atau dimudahkanNya ?
3. Apakah ‘dunia’ mendatangi kita dengan patuh dan hina ?

Beruntunglah kita kalau dengan mantab kita bisa menjawab Ya untuk ketiga pertanyaan tersebut diatas, artinya bisa jadi kita sudah termasuk orang golongan pertama – yaitu yang menjadikan akhirat tujuannya.

Sebaliknya bila ada jawaban kita yang “Tidak”, maka sangat bisa jadi kita masih termasuk orang-orang di golongan kedua yaitu yang menjadikan dunia harapan kita. Kenyataan segala permasalahan umat ini yang nampaknya serba sulit mengindikasikan bahwa mayoritas kita masih dalam kelompok yang kedua ini.

Ironinya, ketika kita menjadikan ‘dunia’ sebagai harapan kita justru kefakiran yang ada di depan mata kita (meskipun bisa jadi kita ‘kaya’). Segala urusan menjadi rumit, hal-hal kecil menjadi masyalah besar, umat bercerai berai karenannya. Dunia yang kita kejar dengan susah payahpun, tidak kita dapatkan kecuali apa yang sudah ditentukanNya.

Dunia ternyata bukan untuk orang-orang yang mengejarnya; Dunia hanya menjadi ‘bonus’ bagi orang-orang yang menjadikan akhirat tujuan hidupnya.

Selain di hadits shahih tersebut di atas, rupanya Allah juga menjanjikan langsung hal ini yang antara lain dapat kita temukan di beberapa ayat berikut :

“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik”. (QS 17 : 18-19)

“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS 61 : 12-13)

Dalam sejarah Islam kita juga dapat belajar bahwa kejayaan umat ini terjadi pada saat pemimpin dan rakyat yang dipimpin sama-sama berorientasi akhrat. Saat itulah kekhalifahan Islam pernah terbentang dari sebagian Eropa, Afrika sampai bagian timur Nusantara.

Kini sebaliknya, setelah umat muslim dunia tercerai berai dengan negara-negara bangsa, umat-pun (di Indonesia misalnya) terpecah kembali ke kelompok-kelompok lebih kecil dengan apa yang menamakan dirinya partai-partai.

Bahkan musibah berikutnya terus terjadi karena di dalam partai-partaipun kini mereka tercerai berikan oleh demokrasi – suara terbanyak; temen-temen saya yang tadinya berjuang dalam satu partai di daerah pemilihan tertentu – kini mereka saling berebut dukungan dari para kader yang sama – karena yang akan menentukan siapa yang mendapatkan kursi pemilu yang akan datang adalah yang memperoleh suara terbanyak diantara mereka.

Tahun 1430 H yang bertepatan dengan tahun 2009 berpeluang menjadi tahun musibah; karena selain krisis finansial yang diduga masih akan memburuk; di Indonesia 2009/1430 H akan ada dua Pemilu Legislative dan Pemilu Eksekutif; musibah perpecahan umat umumnya terjadi dalam pemilu-pemilu tersebut.

Namun kalau kita bisa benar berhijrah saat ini, kita tidak perlu mengejar kursi dan kekayaan yang menyertainya– kursi/kekayaan apapun namanya – insyaallah musibah bisa dihindari. Sederhana, kita berpegang pada Ayat dan hadits tersebut diatas yang sudah seharusnya menjadi tuntunan kita.

Selamat tahun baru 1430 H/ 2009 untuk kita semua; semoga ditahun mendatang kita bisa bener-bener berhijrah dari ‘hanya mengharapkan dunia’ menjadi ‘hanya mengharapkan akhirat’ dari ‘kemiskinan’ menuju ‘segala kecukupan’; dari ‘kesulitan’ menuju ‘segala kemudahan’ , dari ‘umat yang tercerai berai’ menjadi ‘umat yang satu’ dan dari ‘mengejar dunia menjadi dikejar dunia’. Amin.