Jln. Sultan M Mansyur No. 327 Rt. 4 RW.2 Bukit Lama Palembang Tlpn : 0711 441553 / 0711 442628 / 085273437154 / 085383853521
Selasa, 12 Februari 2019
Kamis, 06 September 2018
GERAI DINAR PALEMBANG
Gerai Dinar Palembang merupakan agen penjualan dinar di Palembang
Attn : Hengki Irawan/Dian Oktaria
Alamat : Jalan Sultan M. Mansyur No. 889 / 327 Bukit Lama Palembang
Telpon : 0711 441553 / 085273437154 / 085383853521
WA : 081382111910
Email : hengkiirawan2013@yahoo.com / hengkiirawan2001@gmail.com /antaria1910@yahoo.co.id
http://www.geraidinar.com/
Disruption Theory
- Kategori : Entrepreneurship
- Published on Monday, 27 August 2018 07:44
- Oleh : Muhaimin Iqbal
PILIHAN INVESTASI EMAS
KOIN EMAS, EMAS LANTAKAN ATAU EMAS PERHIASAN
Ketiga-tiganya tentu memiliki kesamaan karena bahannya memang sama. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi tiga bentuk emas ini yaitu semuanya memiliki nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan dan nilai yang melekat/bawaan pada benda itu (innate). Ketiga keunggulan nilai ini tidak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti saham, surat berharga dan uang kertas. Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi – kalau tidak ada campur tangan berbagai pihak dengan kepentingannya sendiri-sendiri otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya – yang memang tinggi. Sebaliknya default value (nilai) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol , karena kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkannya untuk menunaikan kewajibannya –uang kertas, saham dan surat berharga menjadi hanya senilai kayu
Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan ? Disini saya berikan perbandingannya saja yang semoga objektif sehingga pembaca bisa memilih sendiri - Agar keputusan Anda tidak terpengaruh oleh pendapat saya – karena kalau pendapat saya tentu ke Dinar karena inilah yang saya masyarakatkan.
Kelebihan Dinar :
1. Memiliki sifat unit account ; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar.
2. Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas.
3. Memiliki nilai da’wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan Dinar atau Dirham - umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
4. Nilai Jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31 %, maka setelah dipotong biaya 4 % tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27%.
5. Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.
Kelemahan Dinar :
1. Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2%).
2. Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3% - 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.
Kelebihan Emas Lantakan :
1. Tidak terkena PPN
2. Apabila yang kita beli dalam unit 1 kiloan – tidak terkena biaya cetak
3. Nilai jual kembali tinggi.
Kelemahan Emas Lantakan :
1. Tidak fleksibel; kalau kita simpan emas 1 kg, kemudian kita butuhkan 10 gram untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1 kg, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali.
2. Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram – maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.
Kelebihan Emas Perhiasan :
1. Selain untuk investasi, dapat digunakan untuk keperluan lain – dipakai sebagai perhiasan.Kelemahan Perhaiasn :
1. Biaya produksi tinggi
2. Terkena PPN
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena kendala model dan ukuran.
Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa memilih sendiri bentuk investasi emas yang mana yang paling tepat untuk kita. Wallahu A'lam.
by M. Iqbal (www.geraidinar.com)
Water Crisis in Best Islands of the World
- Kategori : Entrepreneurship
- Published on Sunday, 19 August 2018 15:17
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Currency Risk, More Then Earthquake Risk !
- Kategori : Entrepreneurship
- Published on Friday, 12 August 2016 07:37
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Jadi kita tidak perlu membeli asuransi untuk menghadapi currency risk yang lebih dasyat dari gempa bumi, ayat dan hadits tersebut di atas adalah solusinya. Solusi itu ada di Dinar emas, Dirham perak, bahan pangan kita, bibit-bibit tanaman kita dan segala kebutuhan kita lainnya yang memang membawa nilai intrinsic-nya masing-masing – true value yang tidak akan terpengaruh oleh nilai currency.
Senin, 25 Maret 2013
Golongan Kanan Yang Memberi Makan
Golongan Kanan Yang Memberi Makan …
- Kategori : Ekonomi Makro
- Published on Tuesday, 26 March 2013 09:16
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Kamis, 08 Oktober 2009
Dunia Ramai-ramai Mencari Mata Uang Alternatif
Artikel di ambil dari www.detik.com
Foto: Reuters Jakarta - Dolar AS memang tidak pernah dikukuhkan sebagai mata uang global. Namun secara de facto dolar AS kini masih merupakan mata uang global yang digunakan dalam setiap transaksi antar negara.
Sejalan dengan perkembangan ekonomi, negara-negara di dunia pun kini mulai mencari mata uang alternatif. Tak terkecuali Indonesia, yang sudah mulai menerapkan mata uang alternatif melalui swap bilateral dengan China dan Jepang.
"Penggunaan dolar AS belum akan ada alternatifnya langsung, tapi semua negara tahu penggunaan mata uang dolar AS ini merupakan mata uang global secara de facto. Memang orang melihat diperlukan keseimbangan mata uang global lainnya, tapi proses ini kan dilakukan secara bertahap," ujar Menkeu Sri Mulyani dikantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
"China dan Jepang, Arab yang mempunyai cukup banyak ekspor memang mulai mencari alternatif currency. Indonesia pun juga sebenarnya untuk kawasan Asia dengan adanya bilateral swap US$ 15 miliar antara kita dengan China, Jepang itu adalah alternatif transaksi yang tidak menggunakan dolar," imbuhnya.
Atas alasan tersebut, negara-negara Arab pun mencari alternatif mata uang yang tidak menggunakan dolar AS sebagai basisnya seperti dengan euro atau lainnya. Sementara untuk kawasan Asia, mata uang yang dilirik untuk dijadikan basis adalah renmimbi atau yuan.
Pernyataan Sri Mulyani tersebut disampaikan terkait laporan Harian Inggris 'The Independent ' yang mengutip sebuah sumber menyatakan bahwa, negara-negara Arab kini sedang melakukan pembicaraan serius dengan Rusia, China, Jepang dan Prancis untuk mengantikan dolar AS dengan kumpulan mata uang dan emas untuk perdagangan minyak dalam 9 tahun ke depan.
The Independent dalam headline -nya menuliskan sebuah laporan khusus dengan judul "Matinya dolar". Dalam laporan tersebut dituliskan, negara-negara Arab akan menggunakan 'basket of currencies ' yang berisi kombinasi mata uang yuan, euro, emas dan beberapa mata uang lain untuk melakukan transaksi minyak.
Kabar pertemuan itu sendiri akhirnya dibantah oleh sejumlah pihak seperti Qatar, Kuwait, Rusia dan Prancis. Kementerian ekonomi Prancis menyatakan, laporan The Independent itu murni spekulasi.
"Laporan itu murni spekulasi, tidak ada dasar dibalik rumor itu," tegasnya seperti dikutip dari AFP.
Dunia Ramai-ramai Mencari Mata Uang Alternatif
Ramdhania El Hida - detikFinance
Dolar AS memang tidak pernah dikukuhkan sebagai mata uang global. Namun secara de facto dolar AS kini masih merupakan mata uang global yang digunakan dalam setiap transaksi antar negara.
Sejalan dengan perkembangan ekonomi, negara-negara di dunia pun kini mulai mencari mata uang alternatif. Tak terkecuali Indonesia, yang sudah mulai menerapkan mata uang alternatif melalui swap bilateral dengan China dan Jepang.
"Penggunaan dolar AS belum akan ada alternatifnya langsung, tapi semua negara tahu penggunaan mata uang dolar AS ini merupakan mata uang global secara de facto. Memang orang melihat diperlukan keseimbangan mata uang global lainnya, tapi proses ini kan dilakukan secara bertahap," ujar Menkeu Sri Mulyani dikantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2009).
"China dan Jepang, Arab yang mempunyai cukup banyak ekspor memang mulai mencari alternatif currency. Indonesia pun juga sebenarnya untuk kawasan Asia dengan adanya bilateral swap US$ 15 miliar antara kita dengan China, Jepang itu adalah alternatif transaksi yang tidak menggunakan dolar," imbuhnya.
Atas alasan tersebut, negara-negara Arab pun mencari alternatif mata uang yang tidak menggunakan dolar AS sebagai basisnya seperti dengan euro atau lainnya. Sementara untuk kawasan Asia, mata uang yang dilirik untuk dijadikan basis adalah renmimbi atau yuan.
Pernyataan Sri Mulyani tersebut disampaikan terkait laporan Harian Inggris 'The Independent ' yang mengutip sebuah sumber menyatakan bahwa, negara-negara Arab kini sedang melakukan pembicaraan serius dengan Rusia, China, Jepang dan Prancis untuk mengantikan dolar AS dengan kumpulan mata uang dan emas untuk perdagangan minyak dalam 9 tahun ke depan.
The Independent dalam headline -nya menuliskan sebuah laporan khusus dengan judul "Matinya dolar". Dalam laporan tersebut dituliskan, negara-negara Arab akan menggunakan 'basket of currencies ' yang berisi kombinasi mata uang yuan, euro, emas dan beberapa mata uang lain untuk melakukan transaksi minyak.
Kabar pertemuan itu sendiri akhirnya dibantah oleh sejumlah pihak seperti Qatar, Kuwait, Rusia dan Prancis. Kementerian ekonomi Prancis menyatakan, laporan The Independent itu murni spekulasi.
"Laporan itu murni spekulasi, tidak ada dasar dibalik rumor itu," tegasnya seperti dikutip dari AFP.
(nia/qom)
Selasa, 24 Maret 2009
Pada dasarnya sulit sekali untuk memalsukan koin emas. Banyak kendala yang dihadapi oleh pemalsu untuk merealisasikan niat jahat mereka. Beberapa kendala yang dapat disebutkan adalah antara lain kendala desain cetak, dimensi/ukuran koin emas, berat koin dan nilai jual saat dilepas ke pasar. Karena adanya kendala-kendala tersebut diatas maka pemalsu koin emas hanya mampu memalsukan koin emas yang sudah langka saja dimana baik desain, ukuran maupun beratnya sudah tidak lagi diketahui standarnya oleh masyarakat umum.Koin dinar emas produksi PT Antam Tbk adalah produk yang sudah terstandar dalam desain, ukuran dan beratnya. Namun bagi pemiik dinar emas yang ingin lebih dekat mengenal koin miliknya, berikut beberapa cara sederhana yang dapat digunakan :1. Orang-orang jaman dahulu menggigit koin emas untuk mengecek keasliannya, karena seperti diketahui emas adalah logam mulia yang bersifat lunak. Cara ini sangat tidak dianjurkan karena selain tidak akurat dan akan merusak desain koin juga akan merusak kesehatan gigi apalagi bila sampai dikunyah :-).
7. Jadi, hanya dengan menggunakan kaca pembesar, jangka sorong dan timbangan digital dengan tingkat akurasi 0,01 gr, siapapun dapat dengan mudah menetukan keaslian desain dan kebenaran kadar emas dari dinar emas produksi PT Antam Tbk.
Minggu, 22 Februari 2009
Kapan Waktu Yang Paling Baik Menukar Dinar…?
Written by Muhaimin Iqbal
Saturday, 21 February 2009 17:09
Akhir pekan ini harga Dinar dalam Rupiah mencapai rekor tertingginya; Sampai pada saat perdagangan emas dan mata uang dunia ditutup dini hari tadi – Dinar dalam Rupiah di GeraiDinar.Com menunjukkan angka Rp 1,636,240.
Pada saat harga mencapai puncak tertinggi semacam ini, siapapun yang telah menukar uangnya dengan Dinar sebelum ini – insyaAllah tidak ada yang merasa rugi. Kalau tidak merasa untung karena uangnya dalam Rupiah naik secara significant, setidaknya dia bisa mensyukuri bahwa asset-nya telah terselamatkan dari kejatuhan nilai.
Bagaimana dengan yang belum sempat menukarnya selama ini – sekarang keburu harga sudah selangit ?. Kapan bisa menukar ke Dinar lagi pada harga yang relatif rendah ?. Ini pertanyaan yang sangat banyak sampai ke saya; bahkan diantara mereka sudah siap menukar ketika harga dikisaran Rp 1.3 – Rp1.4 juta-an – namun masih menunggu turun – eh malah naik terus.
Mohon maaf bagi penanya yang tidak sempat saya jawab dengan jelas satu persatu, namun secara umum ini jawaban saya :
1) Apabila dinar difungsikan sebagi dua dari tiga fungsi uang yaitu sebagai store of value (proteksi nilai) dan unit of account (timbangan muamalah yang adil), maka tidak pernah salah menukar uang Anda ke Dinar kapanpun – lihat trend 10 tahun terakhir seperti grafik diatas – insyaallah Anda tidak rugi.
2) Bila Dinar difungsikan sebagai salah satu fungsi uang yaitu sebagai alat tukar (medium of exchange) seperti di M-Dinar misalnya, lagi-lagi tidak pernah salah menukar ke Dinar kapanpun – karena pindah dari sesuatu yang kurang adil ke yang adil pasti benar dilakukan kapanpun.
3) Diluar dua hal tersebut diatas, khususnya apabila Anda melihat Dinar sebagai alat investasi – maka bisa saja Anda seolah merugi dalam jangka pendek; karena harga Dinar berpeluang turun dalam jangka pendek ini.
Meskipun saya yakin mulai banyak orang yang menukar uangnya ke Dinar untuk alasan pertama, kemudian juga mulai tumbuh untuk alasan kedua sejak lahirnya M-dinar, tidak dipungkiri banyak juga yang menukarnya untuk alasan ketiga.
Untuk yang ketiga ini, saran lebih lanjut saya yang praktis adalah sebagai berikut :
1) Dinar kurang cocok untuk alasan investasi jangka pendek – misalnya kurang dari 6 bulan - karena fluktuasi harganya sulit diprediksi, peluang untung dan ruginya kurang lebih berimbang.
2) Dinar sangat baik untuk perencanaan keuangan/investasi jangka panjang yang penggunaannya beberapa tahun kedepan. Misalnya untuk rencana naik haji, biaya sekolah anak, dana pensiun, dana perbaikan rumah dst. Insyaallah saya akan buat tulisan tersebdiri untuk ini.
Untuk yang poin 2, agar Anda tidak merasa ‘rugi’ kalau Dinar yang Anda beli sementara turun harganya, maka ini saran lanjutan saya :
1) Tidak menukar uang Anda ke Dinar pada saat harga lagi naik tajam seperti yang terjadi sepanjang pekan ini; tunggu dalam dua – tiga minggu ketika harga relatif stabil. Bahkan untuk kasus fluktuasi yang sangat tajam saat ini – saran saya Anda amati sampai sebulan kedepan – sampai Anda comfortable betul dengan harganya.
2) Bila Anda untuk pertama kali membelinya dalam beberapa pekan kedepan, saran saya jangan membelinya sekaligus. Buat pembelian Anda bertahap, masing-masing pada saat Anda merasa sangat comfortable dengan harganya. Misalnya Anda mau memindahkan cadangan pergi haji sekeluarga 50 Dinar untuk 5 tahun yang akan datang, maka Anda dapat membelinya di rentang waktu akhir Maret sampai September ini.
3) Jangan tergoda untuk mengambil keuntungan sesaat (profit-taking), karena emas atau Dinar bukan saham. Ketika Anda kira harga sudah tinggi kemudian tabungan Dinar Anda Anda lepas, sangat bisa jadi Anda akan menyesal – karena bisa jadi harga terus melambung tinggi sehingga Anda tidak bisa memperoleh kembali jumlah Dinar yang Anda lepas tersebut dengan uang fiat Anda.
Terkait dengan poin ketiga , lantas kapan waktu terbaik untuk menukarkan Dinar Anda kembali ke Rupiah atau mata uang fiat lainnya ?.
1) Idealnya Dinar tidak ditukar kembali ke mata uang fiat, karena uang yang adil kok kembali ditukar ke uang yang tidak adil. Kalau sudah memungkinkan Dinar langsung digunakan ujtuk membayar barang dan jasa yang sudah bisa dibayar dengan Dinar.
2) Namun kita sadari bahwa kita belum hidup di masa kekhalifahan yang ideal yang alat tukarnya Dinar, sangat bisa jadi Anda memerlukan uang fiat untuk berbagai keperluan. Oleh karenanya, menukar Dinar ke uang fiat yang terbaik adalah pada saat keperluan tersebut timbul. Misalnya Dinar Anda direncanakan untuk pergi haji, maka saat terbaik Anda menukar adalah pada saat Anda akan bayar ONH. Jadi bukan harga penentunya – tetapi kapan kebutuhan uang fiat tersebut timbul.
Sebagai hamba yang lemah dan penuh kekurangan, bisa saja saran saya tersebut keliru – saya memohon Ampun kepadaNya atas kekurangan ini. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Tahu …semoga kita selalu dalam bimbinganNya. Amin.
Kamis, 15 Januari 2009
Uang Pecahan Triliunan Diluncurkan

Harare - Uang triliunan mungkin tidak akan pernah kita pegang. Tapi di Zimbabwe, orang bakal terbiasa memegang uang dalam denominasi triliunan. Kaya banget?Bukan. Bank Sentral Zimbabwe terpaksa mengeluarkan uang dengan denominasi triliun karena hiperinflasi yang sedang melanda negara miskin itu. Zimbabwe baru-baru ini bahkan merilis mata uang dengan denominasi 100 triliun dolar, yang sebenarnya hanya setara dengan US$ 300 atau sekitar Rp 3,3 juta. Bank Sentral Zimbabwe juga memperkenalkan tiga mata uang dengan denominasi 10,20 dan 50 triliun dolar. "Dalam rangka menjamin masyarakat bisa mengakses seluruh uangnya di bank, maka Bank Sentral Zimbabwe memperkenalkan mata uang baru yang akan beredar secara bertahap, dimulai dengan 10 triliun dolar," ujar bank sentral Zimbabwe dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/1/2009).Seiring terjadinya hiperinflasi, nilai tukar mata uang Zimbabwe memang turun sangat sangat tajam. Mata uang yang dikeluarkan sebelumnya dalam denominasi jutaan dan miliaran ternyata tak cukup untuk mengatasi hiperinflasi yang melanda negara miskin itu.Keluarnya mata uang dalam denominasi triliunan dolar itu terjadi hanya sepekan setelah Bank Sentral Zimbabwe mengeluarkan mata uang dalam denominasi miliaran yakni 10,20 dan 50 miliar dolar. Sayangnya, mata uang berdenominasi miliar itu lagi-lagi tak cukup untuk bisa menahan hiperinflasi.Data pemerintah Zimbabwe sebelumnya menyatakan bahwa tingkat inflasi pada Juli mencapai 231 juta persen. Namun sebagian ekonom meyakini angkanya lebih tinggi lagi. Dengan mata uang yang bergerak gila-gilaan, maka tak heran mulai dari penjual sayuran hingga provider seluler mematok harga dengan mata uang asing. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerugian.Bank Sentral Zimbabwe juga telah mengeluarkan izin untuk 1.000 toko menjual barang-barang dalam mata uang asing, dengan tujuan menghindari pebisnis kekurangan mata uang asing yang dibutuhkannya untuk mengimpor barang-barang. Bagi penjual yang tetap bertransaksi dalam mata uang asing sementara belum mendapatkan izin, akan ditangkap.Dengan kondisi tersebut, tak heran 80% masyarakat Zimbabwe hidup dalam kemiskinan. Bahkan dokter, suster atau pekerja rumah sakit pun terkadang tak punya uang untuk membeli obat-obatan. Air bersih susah, sementara listrik pun byar pet.(qom/ir) --> Artikel diambil dari www.detik.com
Kamis, 01 Januari 2009
Catatan Akhir Tahun 2008 dan Pengantar 2009 : Insyaallah Dinar Tetap Unggul…
Written by Muhaimin Iqbal
Thursday, 01 January 2009 08:23
Tahun 2008 adalah tahun haru biru pasar finansial global yang tentu juga berdampak serius pada pasar Indonesia. Kemarin saya baca di Kompas (31/12) pesan Ibu Menteri Keuangan RI agar tidak menyesali apa yang terjadi di pasar modal di Indonesia sepanjang 2008.Pesan tersebut penting karena Ibu Menteri tentu ingin menyemangati pasar modal yang mengalami keterpurukan luar biasa. Berdasarkan data harian tersebut IHSG akhir 2008 telah anjlog 51.4% dibandingkan dengan IHSG tahun sebelumnya.
Sementara itu data inflasi (year on year) yang saya akses melalui situs B.I. pagi ini masih menunjukkan posisi inflasi per November 2008 sebesar 11.68% dari yang semula ditargetkan hanya 5%.
Di sisi lain Dinar 2008 di GeraiDinar.Com ditutup pada harga Rp 1,345,680/Dinar atau mengalami kenaikan sekitar 23% dibandingkan dengan penutupan akhir tahun lalu yang berada pada angka Rp 1,090,100/Dinar.
Apa makna ini semua bagi investasi dan proteksi nilai atas kekayaan Anda ?.
Jelas bahwa Dinar emas kembali mengukuhkan keunggulannya ditengah krisis finansial global yang saat ini masih berlangsung, dan belum jelas akan sampai kemana krisis ini membawa kita.
Kita bisa bandingkan dengan mudah melalui contoh berikut : seandainya kita punya uang Rp 3.3 juta untuk investasi akhir tahun lalu; lalu kita bagi tiga uang tersebut masing masing Rp 1,100,000 dan diinvestasikan di saham, deposito dan Dinar, mka menjadi berapa uang kita sekarang ?.
Yang di saham, uang kita akan tinggal Rp 534,600. Yang di deposito menjadi Rp 1,177,000 (asumsi bagi hasil bersih 7%) dan yang dibelikan Dinar menjadi Rp 1,345,680.
Contoh diatas menujukkan bahwa investasi kita di saham paling tinggi risikonya, sedangkan di deposito cukup aman tetapi hasilnya jelas tidak dapat mengimbangi inflasi. Dinar selain aman juga jelas dapat mengungguli inflasi.
Apakah naiknya harga Dinar dalam Rupiah hanya karena faktor penurunan nilai Rupiah ?. Sebagiannya memang demikian, dan inilah fungsi proteksi nilai itu. Dikala daya beli Rupiah menurun, Dinar atau emas otomatis menyesuaikan nilainya terhadap Rupiah sehingga Dinar tidak pernah kehilangan daya belinya.
Tetapi tidak juga hanya terhadap Rupiah; bahkan terhadap US$ yang mengalami penguatan terhadap mata uang kertas lainnya secara luar biasa sepanjang tahun 2008 –pun Dinar tetap lebih unggul. Pada akhir tahun 2007 nilai tukar Dinar terhadap US$ adalah US$ 117/Dinar, akhir 2008 nilai tukar tersebut menjadi US$ 122/Dinar atau masih mengalami kenaikan sebesar 4%.
Dari data harga emas dunia sepanjang tahun 2008, dan nilai tukar US$ terhadap mata uang lain (dalam hal ini Rupiah) seperti yang saya sajikan di grafik disamping kita bisa baca polanya yang cukup jelas. Harga emas bergerak berlawanan dengan nilai tukar US$. Pada saat nilai tukar US$ naik, harga emas turun dan sebaliknya.Koefisien korelasi keduanya berada pada angka sekitar minus 0.65; artinya jauh lebih sering gerak berlawanan arah ini terjadi dibandingkan dengan gerak yang searah.
Pemahaman atas pola ini akan dapat membantu kita memperkirakan apa yang akan terjadi di tahun 2009.
Pada tulisan saya pekan lalu tentang permainan uang kertas, saya sudah sajikan grafik supply uang M1, M2 dan M3 untuk US$. M1 yang naik drastis untuk sementara belum berdampak pada inflasi yang serius karena M3-nya masih menurun.
M3 menurun karena pinjaman antar bank dan sejenisnya macet yang berdampak pada macetnya industri dan gelombang pemutusan hubungan kerja. System keuangan ribawi mengandalkan proses money creation ini untuk mambangun likuiditas.
Singkatnya untuk mendorong ekonomi berputar, M3 akan segera dipompa naik kembali – yang akan berdampak pada penurunan nilai tukar US$ terhadap mata uang lain. Berdasarkan grafik diatas, kalau US$ turun – emas naik, maka inilah yang insyaallah akan terjadi di tahun 2009 ini.
Ada banyak analis yang tidak sepaham dengan analisa saya ini tentu, dan ini wajar saja – namanya juga analisa hasilnya tidak harus sama.
Namun yang ingin saya komentari adalah pendapat analis yang menyatakan bahwa, tahun 2009 ini ketika ekonomi mulai pulih dan bursa saham kembali bergairah – maka dana investasi akan kembali mengalir menuju bursa saham dan mengurangi dana yang diinvestasikan ke emas – dampaknya harga emas akan turun.
Meskipun analisa tersebut mungkin juga benar, tetapi pendapat saya sendiri tetap sebaliknya. Mengapa ?.
Perusahaan-perusahaan yang tahun 2008 terpukul krisis, baru akan menyampaikan laporan tahunannya ke publik pada kwartal 1 tahun 2009. Karena selama krisis dapat diduga laporan keuangan perusahaan-perusahaan ini akan lebih banyak buruknya dari pada baiknya, maka setelah para investor melihat laporan-laporan keuangan tersebut daya tarik untuk investasi di bursa saham akan menurun – bukan menaik.
Kalau kinerja perusahaan-perusaahaan publik ini tidak segera membaik di tahun 2009 ini ( dan kemungkinan membaik ini juga kecil karena krisis finansial belum akan segera sembuh), maka dengan apa bursa saham akan menarik investor balik ke saham ? Saya tidak melihat jawaban yang mudah untuk ini.
Selama ini memang banyak faktor lain – di luar faktor fundamental kinerja perusahaan - yang dapat mendorong investor berburu saham. Namun setelah apa yang terjadi di tahun 2008 lalu dimana IHSG anjlog 51.4% dan kurang lebih demikian pula index-index bursa saham dunia, maka para investor akan lebih cerdas kedepan.
Selamat tahun baru 2009, dan selamat menjadi investor yang cerdas…
Selasa, 30 Desember 2008
Saatnya Kita Berbuat Untuk Saudara Kita di Jalur Gaza...

Written by Muhaimin Iqbal
Monday, 29 December 2008 18:05
Pilu rasanya hati kita hari-hari ini menyaksikan kebiadaban Israel di jalur Gaza yang sudah membunuh lebih dari 300 orang saudara-saudara kita.
Sejak hari pertama serangan, kami sudah dikirimi email kawan-kawan yang saat ini di Damaskus.
Berikut saya teruskan email tersebut agar kita semua bisa bersatu padu membantu saudara kita yang lagi teraniaya oleh kedhaliman zionis Israel yang tidak berpreikemanusiaan ini.
BismilllaahirRahmaanirRahiim
Assalaamu'alaykum, sahabats sekalian
Anda sekalian tentu sudah melihat kebiadaban Israel hari ini. Seratus lima puluh lima (jumlahnya bertambah terus) saudara kita di Gaza --yang selama 1,5 tahun ini dipaksa lapar dan sakit tanpa obat oleh blokade Israel-- pagi tadi dibantai dengan 30 rudal Israel.
Tubuh-tubuh kami di Damaskus yang jaraknya hanya 60km dari Palestina, bergetar keras, bukan karena musim dingin yang sedang mendaki ke puncaknya, tetapi karena amarah atas kebiadaban Zionis Israel.
Di Aljazeera, di Almanar, di AFP dan Reuters, kami menyaksikan puluhan saudara-saudara kita menghadapi Sakaratul Maut sambil bersusahpayah mengangkat tangan ke atas sambil menggumamkan kalimat tauhid "Laa ilaaha illa ALLLAH!"
Masjid-masjid di seantero Damaskus basah oleh air mata para jama'ah, ketika para imam menutup rakaat terakhir solat Asar tadi dengan Qunut Nazilah yang menggetarkan. Para imam itu mengangkat tangan ke langit dan berdoa,
"Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
turunkan para Malaikatmu untuk membantu para Mujahidin di Gaza dan Seluruh Palestina,
sebagaimana telah kau turunkan ribuan Malaikat di Badar, di Khandaq dan di Tabuk.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
ringankanlah penderitaan saudara-saudara kami di Gaza,
kuatkanlah terus generasi baru dari antara anak-anak mereka,
menjadi generasi yang akan membawa kami pada kejayaan Islam lewat Jihad fii Sabiilillah.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
janganlah Kau biarkan kami termasuk orang-orang yang berpangku tangan melihat kezaliman atas saudara-saudara kami.
Daftarkan nama-nama kami dalam daftar panjang para Mujahidin Mukhlisin dan para Syuhada yang menjemput Syurga-Mu.
Jangan Kau biarkan dunia yang hina ini melingkupi kehidupan kami sampai lupa pada Negeri Akhirat-Mu.
Ya Hayyu Ya Qayyum, Wahai Yang Maha Hidup Yang Maha Memelihara,
anugerahkan kepada kami kesabaran memegang teguh agama-Mu dan wafatkan kami dalam keadaan Muslim."
Angkat tangan kita, aminkan doa ini.
Catatkan nama kita, infaqkan sebagian harta kita di jalan suci ini.
Ustadz Ferry Nur di KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) siap membantu kita menyambungkan getaran amarah ini menjadi kekuatan yang dahsyat ke Gaza.
Hubungi beliau di 02191023223 atau HP.08128173107
wassalaam,
Muhammad 'Isa
Senin, 29 Desember 2008
Hijrah Dari Mengejar Dunia Menjadi Dikejar Dunia…
Monday, 29 December 2008 07:23
Ada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi :
"Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup didalam hatinya serta mempersatukan (mempermudah –pentj.) urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan patuh dan hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada didepan matanya serta mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan baginya".
Hadits ini bisa menjadi inspirasi yang efektif dalam muhasabah diri kita pada akhir tahun 1429 H yang hampir bersamaan dengan akhir tahun 2008 ini.
Hanya diri kita yang tahu, pada saat ini kita termasuk golongan yang mana dari dua kelompok manusia yang disebut dalam hadits tersebut diatas. Apakah kelompok yang sudah menjadikan akhirat sebagai tujuan kita, atau masih berada dalam kelompok yang mengejar dunia.
Checklist sederhana berikut dapat menjadi peta untuk mengetahui dimana diri kita berada saat ini :
1. Apakah hati kita sudah merasa berkecukupan dengan segala yang ada, meskipun tidak berarti kita harus ‘kaya’ ?
2. Apakah segala urusan-urusan kita terasa mudah atau dimudahkanNya ?
3. Apakah ‘dunia’ mendatangi kita dengan patuh dan hina ?
Beruntunglah kita kalau dengan mantab kita bisa menjawab Ya untuk ketiga pertanyaan tersebut diatas, artinya bisa jadi kita sudah termasuk orang golongan pertama – yaitu yang menjadikan akhirat tujuannya.
Sebaliknya bila ada jawaban kita yang “Tidak”, maka sangat bisa jadi kita masih termasuk orang-orang di golongan kedua yaitu yang menjadikan dunia harapan kita. Kenyataan segala permasalahan umat ini yang nampaknya serba sulit mengindikasikan bahwa mayoritas kita masih dalam kelompok yang kedua ini.
Ironinya, ketika kita menjadikan ‘dunia’ sebagai harapan kita justru kefakiran yang ada di depan mata kita (meskipun bisa jadi kita ‘kaya’). Segala urusan menjadi rumit, hal-hal kecil menjadi masyalah besar, umat bercerai berai karenannya. Dunia yang kita kejar dengan susah payahpun, tidak kita dapatkan kecuali apa yang sudah ditentukanNya.
Dunia ternyata bukan untuk orang-orang yang mengejarnya; Dunia hanya menjadi ‘bonus’ bagi orang-orang yang menjadikan akhirat tujuan hidupnya.
Selain di hadits shahih tersebut di atas, rupanya Allah juga menjanjikan langsung hal ini yang antara lain dapat kita temukan di beberapa ayat berikut :
“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik”. (QS 17 : 18-19)
“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS 61 : 12-13)
Dalam sejarah Islam kita juga dapat belajar bahwa kejayaan umat ini terjadi pada saat pemimpin dan rakyat yang dipimpin sama-sama berorientasi akhrat. Saat itulah kekhalifahan Islam pernah terbentang dari sebagian Eropa, Afrika sampai bagian timur Nusantara.
Kini sebaliknya, setelah umat muslim dunia tercerai berai dengan negara-negara bangsa, umat-pun (di Indonesia misalnya) terpecah kembali ke kelompok-kelompok lebih kecil dengan apa yang menamakan dirinya partai-partai.
Bahkan musibah berikutnya terus terjadi karena di dalam partai-partaipun kini mereka tercerai berikan oleh demokrasi – suara terbanyak; temen-temen saya yang tadinya berjuang dalam satu partai di daerah pemilihan tertentu – kini mereka saling berebut dukungan dari para kader yang sama – karena yang akan menentukan siapa yang mendapatkan kursi pemilu yang akan datang adalah yang memperoleh suara terbanyak diantara mereka.
Tahun 1430 H yang bertepatan dengan tahun 2009 berpeluang menjadi tahun musibah; karena selain krisis finansial yang diduga masih akan memburuk; di Indonesia 2009/1430 H akan ada dua Pemilu Legislative dan Pemilu Eksekutif; musibah perpecahan umat umumnya terjadi dalam pemilu-pemilu tersebut.
Namun kalau kita bisa benar berhijrah saat ini, kita tidak perlu mengejar kursi dan kekayaan yang menyertainya– kursi/kekayaan apapun namanya – insyaallah musibah bisa dihindari. Sederhana, kita berpegang pada Ayat dan hadits tersebut diatas yang sudah seharusnya menjadi tuntunan kita.
Selamat tahun baru 1430 H/ 2009 untuk kita semua; semoga ditahun mendatang kita bisa bener-bener berhijrah dari ‘hanya mengharapkan dunia’ menjadi ‘hanya mengharapkan akhirat’ dari ‘kemiskinan’ menuju ‘segala kecukupan’; dari ‘kesulitan’ menuju ‘segala kemudahan’ , dari ‘umat yang tercerai berai’ menjadi ‘umat yang satu’ dan dari ‘mengejar dunia menjadi dikejar dunia’. Amin.
Hijrah Dari Mengejar Dunia Menjadi Dikejar Dunia…
Written by Muhaimin Iqbal
Monday, 29 December 2008 07:23
Ada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi yang berbunyi :
"Barang siapa yang akhirat menjadi harapannya, Allah akan menjadikan rasa cukup didalam hatinya serta mempersatukan (mempermudah –pentj.) urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan patuh dan hina. Tetapi siapa yang dunia menjadi harapannya, Allah akan menjadikan kefakiran berada didepan matanya serta mencerai beraikan urusannya, dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekadar apa yang telah ditetapkan baginya".
Hadits ini bisa menjadi inspirasi yang efektif dalam muhasabah diri kita pada akhir tahun 1429 H yang hampir bersamaan dengan akhir tahun 2008 ini.
Hanya diri kita yang tahu, pada saat ini kita termasuk golongan yang mana dari dua kelompok manusia yang disebut dalam hadits tersebut diatas. Apakah kelompok yang sudah menjadikan akhirat sebagai tujuan kita, atau masih berada dalam kelompok yang mengejar dunia.
Checklist sederhana berikut dapat menjadi peta untuk mengetahui dimana diri kita berada saat ini :
1. Apakah hati kita sudah merasa berkecukupan dengan segala yang ada, meskipun tidak berarti kita harus ‘kaya’ ?
2. Apakah segala urusan-urusan kita terasa mudah atau dimudahkanNya ?
3. Apakah ‘dunia’ mendatangi kita dengan patuh dan hina ?
Beruntunglah kita kalau dengan mantab kita bisa menjawab Ya untuk ketiga pertanyaan tersebut diatas, artinya bisa jadi kita sudah termasuk orang golongan pertama – yaitu yang menjadikan akhirat tujuannya.
Sebaliknya bila ada jawaban kita yang “Tidak”, maka sangat bisa jadi kita masih termasuk orang-orang di golongan kedua yaitu yang menjadikan dunia harapan kita. Kenyataan segala permasalahan umat ini yang nampaknya serba sulit mengindikasikan bahwa mayoritas kita masih dalam kelompok yang kedua ini.
Ironinya, ketika kita menjadikan ‘dunia’ sebagai harapan kita justru kefakiran yang ada di depan mata kita (meskipun bisa jadi kita ‘kaya’). Segala urusan menjadi rumit, hal-hal kecil menjadi masyalah besar, umat bercerai berai karenannya. Dunia yang kita kejar dengan susah payahpun, tidak kita dapatkan kecuali apa yang sudah ditentukanNya.
Dunia ternyata bukan untuk orang-orang yang mengejarnya; Dunia hanya menjadi ‘bonus’ bagi orang-orang yang menjadikan akhirat tujuan hidupnya.
Selain di hadits shahih tersebut di atas, rupanya Allah juga menjanjikan langsung hal ini yang antara lain dapat kita temukan di beberapa ayat berikut :
“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik”. (QS 17 : 18-19)
“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (QS 61 : 12-13)
Dalam sejarah Islam kita juga dapat belajar bahwa kejayaan umat ini terjadi pada saat pemimpin dan rakyat yang dipimpin sama-sama berorientasi akhrat. Saat itulah kekhalifahan Islam pernah terbentang dari sebagian Eropa, Afrika sampai bagian timur Nusantara.
Kini sebaliknya, setelah umat muslim dunia tercerai berai dengan negara-negara bangsa, umat-pun (di Indonesia misalnya) terpecah kembali ke kelompok-kelompok lebih kecil dengan apa yang menamakan dirinya partai-partai.
Bahkan musibah berikutnya terus terjadi karena di dalam partai-partaipun kini mereka tercerai berikan oleh demokrasi – suara terbanyak; temen-temen saya yang tadinya berjuang dalam satu partai di daerah pemilihan tertentu – kini mereka saling berebut dukungan dari para kader yang sama – karena yang akan menentukan siapa yang mendapatkan kursi pemilu yang akan datang adalah yang memperoleh suara terbanyak diantara mereka.
Tahun 1430 H yang bertepatan dengan tahun 2009 berpeluang menjadi tahun musibah; karena selain krisis finansial yang diduga masih akan memburuk; di Indonesia 2009/1430 H akan ada dua Pemilu Legislative dan Pemilu Eksekutif; musibah perpecahan umat umumnya terjadi dalam pemilu-pemilu tersebut.
Namun kalau kita bisa benar berhijrah saat ini, kita tidak perlu mengejar kursi dan kekayaan yang menyertainya– kursi/kekayaan apapun namanya – insyaallah musibah bisa dihindari. Sederhana, kita berpegang pada Ayat dan hadits tersebut diatas yang sudah seharusnya menjadi tuntunan kita.
Selamat tahun baru 1430 H/ 2009 untuk kita semua; semoga ditahun mendatang kita bisa bener-bener berhijrah dari ‘hanya mengharapkan dunia’ menjadi ‘hanya mengharapkan akhirat’ dari ‘kemiskinan’ menuju ‘segala kecukupan’; dari ‘kesulitan’ menuju ‘segala kemudahan’ , dari ‘umat yang tercerai berai’ menjadi ‘umat yang satu’ dan dari ‘mengejar dunia menjadi dikejar dunia’. Amin.
Jumat, 12 Desember 2008
Tinggalkan US Dollar Selagi Masih Berharga…

Written by Muhaimin Iqbal
Thursday, 11 December 2008 07:31
Tulisan ini saya ambilkan dari study yang dilakukan oleh Casey Research yang kemudian dituangkan dalam the Casey Report baru-baru ini.
Terungkap dari report yang panjang ini bahwa selama krisis finansial yang sampai sekarang tengah berlangsung, Amerika Serikat telah mem-bailout atau berkomitment untuk bailout sebesar US$ 8.5 trilyun. Bailout ini melibatkan empat institusi keuangan negeri itu seperti dalam grafik, lebih dari 61 % sendiri dikeluarkan oleh Federal reserve.
Dalam teori ekonomi yang umum, bailout ini mestinya tidak masalah karena umumnya berupa loan, equity atau guarantee. Loan mestinya harus dibayar oleh si penerima pinjaman pada akhirnya. Equity akan menambah kepesertaan pemerintah di berbagai sektor usaha. Demikian pula guarantee mestinya juga tidak menimbulkan kerugian pada asset pemerintah – karena tidak ada cash out-nya.
Namun seluruh bailout tersebut ternyata menjadi masalah besar setelah terungkap dalam report tersebut diatas bahwa; loan yang dikeluarkan oleh ( atau dijanjikan) pemerintah dalam program bailout tersebut mencapai US$ 2.3 trilyun dan rata-rata tidak di back up oleh asset
Bailout yang berupa equity mencapai US$ 3.0 trilyun, tetapi ternyata ini rata-rata equity pada perusahaan yang bangkrut. Bahasa jawanya ini Nguyahi Segoro (nggarami laut).
Yang terbesar berupa gurantee pemerintah yang mencapai US$ 3.2 trilyun, rata-rata ini pada produk-produk derivative dan produk investasi bodong lainnya yang sedang runtuh – yang pada waktunya nanti akan menuntut pihak pemberi guarantee untuk bener-benar menalanginya. Artinya yang mestinya tidak menjadi cash-out-pun akhirnya bener-bener akan menjadi cash-out.
Lantas seberapa besar sih sebenarnya uang US$ 8.5 trilyun ini ?; grafik disamping menggambarkan bahwa seluruh project besar bangsa Amerika sepanjang sejarah – setelah di adjusted dengan faktor inflasi – kalau di total hanya mencapai US$ 8.1 trilyun.Perang Dunia II misalnya setelah di adjusted dengan inflasi ‘hanya’ membebani Amerika US$ 4.1 trilyun; Seluruh program NASA yang diantaranya sampai membawa bangsa Amerika ke bulan hanya perlu US$ 0.885 trilyun. Perang Vietnam hanya US$ 0.686 trilyun.
Apa makna dari angka-angka ini semua ?. Maknanya adalah pemerintahan Amerika telah menggadaikan bangsa dan kekayaannya sampai bergenerasi yang akan datang. Selama bangsa-bangsa lain tetap memberi mereka pinjaman – dengan menggunakan uang Dollar Amerika – kemungkinan mereka bisa saja survive hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun.
Balon yang terus menerus ditiup, akhirnya akan meletus juga. Inilah yang akan terjadi dengan Amerika dan dengan uang US Dollarnya.
Para pemberi pinjaman (semua pihak yang masih menggunakan US Dollar – termasuk saya dan Anda kala bepergian keluar negeri dlsb.) ini akhirnya juga akan sadar bahwa yang diberi pinjaman ini sebenarnya tidak layak menerimanya. Bukan hanya karena mereka tidak akan mampu membayarnya, tetapi juga mereka menggunakan pinjaman dari bangsa-bangsa lain di dunia untuk membiayai kesombongannya – bahkan kadang untuk menindas bangsa lainnya !.
Mulai saat ini, bantulah pemerintah kita menyelamatkan Rupiah – paling tidak ini lebih baik daripada membantu pemerintah Amerika menyelamatkan uangnya.
Namun kalau pemerintah kita juga mengikuti cara-cara Amerika – ingat peribahasa “Guru…berdiri, murid…berlari “?, maka kita juga harus pikirkan cara-cara kita menyelamatkan diri, keluarga , masyarakat dan bangsa ini kedepan…Solusi Dinar adalah salah satunya. Wallahu A’lam.

